Rabu, 27 Mei 2009

GAUL, SYAR'I, MABDA'I

Buletin Gaul Islam
31 Mei 2004 - 12:29
Gaul, Syar'i, dan Mabda'i
Edisi 196/Tahun ke-5 (24 Mei 2004)


Eh, ikut gaul emang asyik, lho. Coz lewat pergaulan banyak informasi yang kita dapetin. Malah kita juga bisa update informasi yang kita punya. Dari perkembangan teknologi ampe gaya hidup yang lagi trendi. Dari sekadar info selebritis hingga tempat jajanan yang laris. Semuanya lengkap. Dan tentu kita bakal nge-rasa pede dalam bergaul kalo nggak ketinggalan informasi. Nggak jadi kambing congek pas sohib-sohibnya lagi ribut karena nggak nyangka Adit, akademia dari Surabaya bisa tereliminasi. Nggak cuma mupeng liat orang-orang asyik browsing and chatting . Apalagi sampe ke-bingungan pas ketiban rezeki dipinjemin Nokia Comunicator 9210i. Pokoknya, kita nggak bakal dapet julukan �pejabat gatek' alias pemuda jaman batu yang gagap teknologi. Hahahaha

Ngomong-ngomong, ada juga lho temen kita yang nggak ngerasa asyik kalo ikut gaul. Iya, katanya doi takut kebawa-bawa ama pengaruh buruk pergaulan. Karena dalam pergaulan kan bukan cuma kecanggihan teknologi, tapi ada juga gaya hidup trendi yang diadopsi dari negerinya Britney Spears. Lebih banyak Having fun daripada manfaatin masa muda. Kalo nggak ngikut, dibilangnya nggak solider. Apalagi ama temen deket. Repot banget kalo kudu nolak ajakannya. Kalo diajak makan sih mending. Nah kalo diajak ngedugem, free sex, narkoba, atawa malak. Gaswat banget kan?

Nah, sobat muda muslim. Ternyata nggak semua remaja doyan gaul. Ada yang mikir mendingan tersisihkan dari pergaulan daripada jadi korban. Pendapat ini nggak salah, karena kita nggak bisa bo'ong kalo remaja yang jadi korban salah gaul makin banyak. Tapi ada juga yang bilang justru remaja kudu gaul biar potensi dirinya berkembang. Ini juga bener. Karena sebagai makhluk sosial, sulit buat kita hidup tanpa orang lain. Lantas gimana dong?

Berikut penuturan seorang psikolog, Bpk. Zainun Mu'tadin, SPsi., MSi tentang remaja . Beliau bilang, remaja sama seperti makhluk hidup lainnya bakal melewati masa penyesuaian diri. Guru biologi kita bilang kemampuan beradaptasi. Seperti yang dilalui burung penguin hingga kulitnya tahan dingin walau nggak pake sweater atau syal.

Gitu juga yang dialami jerapah hingga lehernya panjang biar bisa makan pucuk-pucuk daun. Dalam istilah psikologi, adaptasi itu disebut adjusment . Yaitu suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Ka-rena itu karakter remaja akan sangat dipenga-ruhi oleh faktor lingkungan tempat doi beradaptasi. Catet yoo!

Nah, ternyata dari sisi teori bergaul emang penting buat remaja. Karena lewat pergaulan, remaja akan dididik secara tidak langsung untuk menyesuaikan sisi pribadi maupun sosialnya dengan lingkungan sekitar. Supaya bisa tetep diakui keberadaannya. Tapi, seperti orang bilang, teori nggak selalu berbanding lurus ama praktiknya di dunia nyata. Makanya kita kudu intip fakta pergaulan remaja biar punya sikap terbaik dalam bergaul. Yuk? Ngikuuut...!

Gaul trend masa kini

Anak gaul nggak boleh amburadul. Prinsip ini yang sering dipegang teguh ama temen-temen remaja sekarang. Bener lho. Penampilan bagi remaja setara dengan harga diri. Buruk penampilan alamat terkucil dari pergaulan. Maka-nya tren penampilan remaja nggak ada matinya. Dari gaya rambut, pakaian, sampe aksesoris semuanya kudu trendi.

Gaya rambut lurus, hitam, bebas ketombe, bebas kutu, bebas pajak, atau bebas parkir jadi impian remaji (remaja putri). Meski rambutnya kriba alias kribo abis, bukan hambatan untuk ikut kontes rambut indah sunsilk . Kalo perlu di- rebonding abis-abisan pake mobil galendong yang biasa ngeratain jalan yang mau diaspal. Untuk urusan pakaian juga sama. Basi bin kuno kalo pakaiannya nggak irit bahan, full press body , atau nggak bikin adre-nalin cowok marathon. Malah nggak sedikit yang mengamalkan lirik lagunya Tata Young yang Sexy, Naughty, Bitchy . Walah!

Anak cowok juga nggak mau ketinggalan. Penampilannya pengen kayak Samuel Rizal atau Nicholas Saputra yang termasuk 11 cowok terseksi dari layar lebar versi tabloid tv remaja, Gaul . Punya kekuatan magnet untuk menarik cewek-cewek kece. Gimana nggak, badan macho, seksi, plus camera face . Tahu kan camera face ? Itu lho tipe wajah yang mirip kamera. Baik yang pake blitz maupun yang nggak. Cocok nongkrong di etalase studio foto bareng kodak (apa kodok neh?). Hehehe�.

Gaya rambut yang trendi, pakaian yang seksi, atau badan yang macho belon pas tanpa dilengkapi aksesoris. Topi, kalung, anting, gelang, tas, arloji, ponsel, walkman, atau mp3 player. Semuanya kudu yang paling anyar bin canggih. Nggak boleh ketinggalan juga informasi terbaru seputar tokoh idola, musik, film, atau dunia olahraga. Setelah semua peralatan dan perbekalan seperti di atas udah lengkap, tiba saatnya bagi remaja en remaji untuk unjuk gigi tebar pesona. Di sekolah, kantin, perpustakaan, mal, ang-kot, mikrolet, atau metro mini. Pede banget boo!

Tapi ngomong-ngo-mong, buat apa rem-aja-remaji bela-belain penam-pilannya? Ih. Plis deh�.jangan �ppo' (pura-pura o'on) gitu dong. Ya tentu untuk menarik perha-tian lawan jenis dong. Soalnya obrolan seputar tips en trik jitu untuk curi pandang cari perhatian dari lawan jenis udah jadi menu wajib remaja di se-tiap kesempa-tan. Kan nggak enak kalo ngedugem, ngeliat konser AFI, nonton Di Sini Ada Setan the Movie, atau ngisi perut paket Hokka Irrito cuma sendiri. Asyiknya ditemenin demenan. Selain ada temen ngobrol, kali aja doi juga bisa nraktir. Matre banget neh! Bukan anak gaul namanya kalo nggak punya hasrat untuk berpacaran atau gaul bebas yang kian tanpa batas�. tas� tas�

Sobat muda muslim, nggak salah kan kalo kita bilang gaul remaja kian hari kian identik dengan gaya hidup hedonis. Gaya hidup yang mengejar kesenangan dunia semata. Materi, popularitas, dan penampilan jadi tujuan utama. Mereka cenderung untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Buat yang banyak doku, bisa aja ngikutin gaya hidup ini. Tapi buat yang kere, bisa-bisa malah ikutan casting artis Patroli, Sergap, atau Tangkap .

Gaya hidup ini juga melahirkan remaja bermental instan. Nggak mau jalanin proses untuk dapetin keinginannya. Yang penting hasil. Kalo ada jalan tikus atau pintu belakang, ngapain juga susah-suah lewat depan yang dijaga satpam en kudu permisi segala. Makanya nggak heran kalo yang ikut audisi AFI dan Indonesian Idol bejibun banget demi status seorang bintang. Udah gitu, mereka juga nggak gitu peduli ama orang lain. Yang penting dirinya sukses dan segala kebutuhannya terpenuhi. EGP (Emang Gue Pikirin alias individualis) banget tuh!

Gaul syar'i tetep trendi

Sobat muda muslim, pasti kita nggak pengen dong dibilang gagap teknologi en minim informasi karena kita jarang gaul. Padahal kita yang punya peran mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Bisa-bisa entar malah dianggap asing oleh umat kayak Tarzan tour ke Metropolitan. Memang, pergaulan remaja sekarang udah nggak islami. Tapi bukan berarti kita nggak gaul. Tetep aja ada kewajiban bagi kita untuk memperhatikan kondisi sodara-sodara kita. Lha, nanti kalo jadi korban per-gaulan yang salah gimana?

Nggak usah takut. Karena kita punya Islam. Ya, Islam yang kita pelajari, yakini, amalkan, dan dakwahkan bakal menjadi pelindung kita. Makanya kita sebagai remaja muslim boleh aja ikut trendi pake aksesories. Tapi dengan catatan, cuma terkait dengan hal-hal yang sifatnya mubah. Misalnya perkem-bangan teknologi. Kita nggak diharamkan punya ponsel terbaru yang bisa SMS, EMS, atau MMS plus dilengkapi kamera, radio, atau internet. Malah kita bisa kirim-kiriman sms tausyiah atau tahajjud call at the middle of the night kepada temen kita. Kan lumayan buat tabungan di akhirat.

Dalam berpenampilan pun Islam nggak mengharuskan hambanya untuk kumel, lecek bin dekil. Pokoknya bersih, suci dan diperoleh dari jalan halal. Itu sebabnya, remaja putri boleh pake kerudung bermotif bunga dihiasi renda yang bagian pinggirnya dineci. Tapi tetep kudu rapi sampai menutupi dada, nggak kayak kudung gaul yang amburadul.

Jangan lupakan juga jilbab (pakaian kurung yang longgar, tidak transparan, dan tidak ketat) yang melengkapi kerudung. Model atau desainnya silahkan bervariasi. Apa mau motif bunga, pohon, binatang, pemandangan, perumahan, atau perkotaan. Sesuai selera lah. Kainnya juga boleh �ngejreng' dan warna-warni kayak pelangi. Asal jangan tengsin aja kalo ada yang ngatain badut. Sundut terus!

Untuk anak laki juga kemana-mana nggak harus pake peci, sarung, koko plus sendal biar mencirikan muslim. Soalnya setelan kayak gitu lebih mirip anak-anak yang mo ikutan sunatan massal. Sok aja mo pake celana panjang, Levis, Lea, Pantalon, yang dipadukan kemeja atau kaos Dagadu, C59, atau H&R . Asal jangan nggak pake baju or celana aja. Buat anak laki yang punya jenggot, boleh aja dipanjangin. Tapi nggak usah dikepang kayak si Erwin Dr PM. Apalagi sampe dipakein wig atau sanggul. Biar sama-sama rambut tetep aja nggak cocok. Huhuy!

Satu lagi yang kudu kita perhatiin. Kemampuan kita untuk berpenampilan trendi atau kecang-gihan teknologi yang dipunya jangan sampe bikin kita jadi sombong atau arogan. Ingat baik-baik lho sabda Rasulullah saw. seperti ini. BIar kita juga enak gitu lho. Biar ati-ati banget dalam setiap perbuatan kita: �Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan ada kesombongan (meski hanya) seberat dzarrah. Lalu seorang sahabat bertanya, �ada kalanya seseorang menyukai pakaian yang indah dan sepatu yang bagus.� Maka Rasulullah saw. menjawab �Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.� ( HR Bukhari ).

Tetep kudu mabda'i

Bener sobat. Meskipun ikut trendi kita tetep kudu mabda'i alias ideologis. Artinya, ketika gaul tentang segala hal, jadikan sebagai informasi pelengkap untuk dianalisis dan kita sampaikan lagi ke orang lain dengan sudut pan-dang Islam. Jadi, kita dan temen-temen nggak mudah tergoda untuk ikutan tren yang nggak bener. Apalagi sampai terjerumus ke dalam pola hidup Barat yang sekuler. Nggak deh!

Makanya kita boleh nyari informasi seputar kehidupan selebritis, film baru yang lagi diputar di twenty one , atau musik yang lagi banyak digandrungi. Biar nggak ketinggalan informasi. Lebih bagus lagi kalo kita juga �ngeh' ama tren gaya hidup remaja. Kan aneh kalo kita bilang pacaran itu haram. Sementara kita nggak punya wawasan tentang asal-muasal pacaran, akibat yang ditimbulkan, dan solusi yang ditawarkan. Pokoke kudu komplit biar nggak tulalit. Jangan sampe berbelit-belit!

Gimana caranya biar tetep mabda'i? Ngaji solusinya. Tentu yang dikaji adalah Islam sebagai sebuah ideologi. Islam sebagai sebuah aturan hidup yang bisa memfilter budaya sekular dan ide-ide rusak yang berasal dari Barat. Nggak cuma itu, sebagai sebuah ideologi, Islam juga mampu membimbing kita dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi.

Oya, harus dipahami bahwa dalam kondisi masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini, kita harus selektif, Bro. Buat apa tampil �gaul� kalo harus mengorbankan akidah, iya nggak seh? Mendingan perdalam Islam supaya bisa selamat dunia dan akhirat. Pelajari Islam, pahami sebagai sebuah ideologi.

Perlu kamu catet baik-baik, bahwa Islam nggak pernah kok �alergi' dengan yang namanya perkembangan jaman. Welcome aja. Nggak masalah kok. Tapi dengan catatan, perkem-bangan jaman itu wajib sesuai dengan ajaran Islam. Kalo nggak? Ke laut aja deh!

Intinya sih, kamu boleh aja gaul tren, tetep syar'i, juga mabdai. Oke? [hafidz

SUPERGIRL

Buletin Gaul Islam
19 Mei 2009 - 16:23
Supergirl!
gaulislam edisi 082/tahun ke-2 (23 Jumadil Awal 1430 H/18 Mei 2009)


Makhluk manja, cengeng, en lemah, cap kayak gitu yang sering mampir ke cewek. Cewek dinilai manja karena sering minta bantuan untuk urusan angkat berat kayak angkat meja, angkat koper, terus untuk betulin yang jangkauannya sulit kayak ganti genteng bocor, en betulin listrik. Cewek juga dinilai cengeng karena suka banget pake airmata sebagai senjata.

Para cewek pasti protes deh kalo dapetin penilaian kayak gitu. Kita nggak manja en cengeng tuh Kita nggak selalu deh ya minta bantuan untuk urusan begituan. Kita juga nggak segitu seringnya nangis. Kita tuh cewek tipe TeSA, Tegar Sampai Akhir. Hehehe…

Mungkin juga nih karena pengen nunjukin kalo cewek itu kuat maka muncul lah cewek-cewek Genk Nero. Pernah liat video aksi mereka kan? Nggak keliatan banget kalo mereka cewek manja en cengeng. Ya iya lah orang main pukul en hantam temennya sendiri tanpa belas kasihan gitu. Atau kayak para pegulat perempuan di acara semisal WWF alias Smackdown atau American Gladiator? Para cewek yang benar-benar macho!

Para cewek protes lagi neh. Kita emang tegar, tapi nggak se-macho itu kalleeee. Apalagi kalo disamain kayak para cewek Nero yang brutal, nolak mentah-mentah!
Nah, sebenarnya cewek itu kudu kayak gimana sih supaya bisa tampil sebagai cewek super? Cewek yang nggak dianggap sebelah mata tapi juga nggak jadi kayak monster? Hmmm … tipe cewek yang kayak gimana ya?

Macam-macam formula Supergirl masa kini
Kalo ditanya ke para cewek soal kriteria cewek super bisa jadi jawabannya macem-macem. Nah, menurut hasil pemantauan saya (kayak detektif aje J) yang berikut ini nih yang biasanya jadi formula para cewek untuk bisa jadi cewek super:

Formula 1: Supergirl = P+R+S+F (Keterangan: P=Pretty, R=Rich, S=Smart, F= Famous)
Bagi sebagian cewek, supergirl ataucewek super itu harus oke secara fisik (pretty), oke juga secara finansial (rich), dan tentu harus oke secara otak (smart). Dan, nggak cuma itu dia juga kudu en wajib terkenal (famous). Wah, kalo cewek bisa kayak gitu, komplit deh. Udah cantik, kaya, pinter, terkenal pula! Super!
Tapi, para cewek yang lain pasti pada protes tuh. Kalo emang itu formulanya, berarti dikit dong yang bisa. Karena kan nggak semua cewek itu dilahirkan sebagai orang kaya seperti Paris Hilton. Cantik? Itu sih relatif banget. Apalagi kalo diharuskan terkenal? Waduh butuh biaya kampanye lagi tuh supaya bisa dikenal luas. Iya kalo dibela-belain utang terus emang jadi terkenal, kalo nggak? Kan bisa giling habis. Formula kayak gini sih nggak fair deh.

Formula 2: Supergirl = C1+C2+G (Keterangan: C1=Cerdas, C2=Cantik, G=Gaul)
Buat sebagian cewek yang lain, untuk bisa dipandang sebagai cewek yang super dan nggak dipandang rendah itu nggak harus punya duit banyak. Lagian, duit juga duit ortu bukan punya sendiri. Cewek super itu kudu cewek yang cerdas seiring kecantikan paras, plus gaul gitu loh! Karena percuma aja kalo jadi cewek cantik en cerdas, nilai pelajaran selalu tinggi, tapi nggak kenal lingkungan, atau dikenal sama lingkungan, nggak pas juga. Kalo nggak gaul, bukan cewek super, karena nggak lengkap katanya.

Dan, untuk jadi gaul nggak butuh biaya kampanye. Cukup dengan memberikan senyum paling indah en tulus, sapa kiri-kanan, dan ringan tangan siap memberikan pertolongan. Nah, itu baru pas. Itu versi cewek dengan formula ini.

Formula 3: Supergirl = S1+S2+T (Keterangan: S1=Smart, S2=Sehat, T=Terawat)
Nah, ini formula yang lain untuk jadi cewek super. Formula ini dipake oleh para cewek yang menolak CANTIK dimasukkan sebagai salah satu faktor. Karena cantik itu kan relatif. Makanya nggak usah pake kata CANTIK, tapi TERAWAT. Buat para pengguna formula jenis ini cewek super itu adalah cewek yang pinter alias smart. Tapi, smart aja nggak cukup. Kalo pinter tapi tukang pingsan? Nggak deh. Makanya cewek juga kudu sehat plus terawat.

Jadi, cewek dengan formula jenis ini adalah mereka yang rajin ke perpustakaan, rajin ikut bimbingan belajar, en rajin mempelajari kembali catatan. Mereka juga rajin ke gym untuk ikut senam, en of course rajin ke salon untuk dapet perawatan, atau kalo nggak cukup dana ya rajin beli bedak dingin untuk luluran secara tradisional.

Formula 4: Supergirl = T.B.C (Keterangan: T=Tough, B=Brave, C=Calm)
Formula ini dipake biasanya oleh para cewek yang nggak suka urusan ranking sekolah atau prestasi akademik en urusan fisik dibawa-bawa. Untuk jadi super girl faktor wajah dan bodi nggak masuk itungan. Menjadi cewek super itu nggak harus pintar atau dapet nilai A atau B, tapi yang penting tough (ulet). Bukan ulet bulu lho ya. Karena, kalopun seorang cewek itu nggak pinter-pinter amat, tapi dia ulet, gigih dalam memahami pelajaran, dia juga pasti bisa dapet nilai bagus. Tambahan, cewek yang gigih bisa lebih survive dibanding cewek yang pinter, karena hidup kan nggak cuma urusan sekolah, kuliah, ranking, nilai. Hidup itu penuh dengan berbagai macam persoalan.

Cewek super juga kudu brave (berani). Berani ngadepin persoalan dan cari solusi. Bukannya lari dari persoalan, karena itu malah bikin persoalan tambahan. Tapi, nggak lupa juga, sebagai cewek unsur kelembutan (calm) tetep harus dipertahankan. Gigih, berani, bukan berarti tega main kasar kan? Gitu kalo versi para cewek formula 4.

Formula 5: Supergirl = (S+H)/R (Keterangan: S=Smart, H=Healthy, R=Religious)
Oleh para cewek yang “penganut” formula ini smart yang dimaksud nggak melulu diartikan sebagai cewek dengan IQ tinggi. Tapi, smart yang ini lebih ke kemampuan untuk memecahkan persoalan hidup. Karena percuma jadi cewek dengan IQ tinggi tapi gamang bahkan putus asa pas tertimpa permasalahan hidup. Terus juga, jadi cewek itu harus sehat, kuat, nggak gampang sakit. Jadi, aktivitas bisa terus optimal dilakukan. Plus, urusan aktivitas akal dan aktivitas fisik harus sebanding dengan kadar spiritual (religious) yang dimiliki. Contohnya nih, jangan sampe jadi cewek pinter dan kuat tapi lupa sholat. Semua aspek kudu jalan.
Tapi, kadang cewek yang ngejalanin formula ini sukanya nafsi-nafsi alias gua-gua, elo-elo. Yang penting gua udah sholat, udah puasa, udah berjilbab. Kalo ada orang lain yang nggak sholat, belum pake jilbab ya itu urusan dia sama Allah. Kita sih nggak ikut-ikutan. Kan masing-masing udah ada bagian hitungannya. Well … padahal kan Islam nggak cuma urusan individu doang, Sis. Apalagi sesama muslim itu kan bersaudara, jadi sebenarnya kudu ada aktivitas saling ngingetin juga.

Jadi Cewek CDMA Yuk!
CDMA? Apalagi tuh. Kayak henpon aja. Eit! Yang ini bukan singkatan dari Code Division Multiple Access . Tapi, CDMA itu adalah Creative, Dynamic, Master of, en Adorable personality.

Apalagi tuh? Ini formula berikutnya selain dari lima formula di atas. Formula ini bisa dipake oleh semua cewek muslim, di mana aja, kapan aja, nggak liat penampilan fisik, nggak pandang status sosial. Plus, plus, plus … cewek yang bisa menerapkan formula ini bisa jadi survivor en juga pemenang. Bahkan, dia nggak cuma selamat dan menang sendirian. Dia bisa jadi penolong orang lain sehingga bisa juga jadi pemenang.
Penasaran? Kita ulik satu-satu … yuuuuk!

Creative
Pengen jadi cewek super kudu kreatif. Kreatif nggak ada hubungannya sama nilai dan ranking sekolah. Semua cewek bisa jadi cewek yang kreatif kok. Kreativitas itu adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang outputnya bisa nantinya berupa aktivitas atau juga produk barang. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline in Bussiness Creativity, (1996), bilang, “Kita semua memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan, dan kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari.”

Cateeet! Kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari. Dan, itu emang sejalan banget dengan konsep Islam. Allah kan kasih akal ke semua manusia, termasuk para cewek. Akal itu proses berpikir yang melibatkan otak, panca indera, fakta, dan berbagai informasi yang kita udah serap selama ini. Keberadaan akal itulah yang bikin semua cewek punya peluang besar jadi cewek yang kreatif.

Tinggal temen-temen nih mau nggak memotivasi diri untuk terus belajar, mengasah akal, terus berpikir untuk cari dan bikin sesuatu yang baru. Yang pasti sesuatu yang baru itu harus yang positif ya. Halal atau haram, benar atau salahnya kudu disesuaikan dengan syari’at Islam. Pastinya dong. Akal kan anugerah Allah. Berarti gimana penggunaan akal kita jalanin kudu disesuain dengan maunya Allah.

Jangan sampe kekreativitasan kita malah bikin kita sengsara dan orang lain menderita. Kayak jenis kreativitas tangan ala koruptor dan pelaku ilegal logging, atau pemilik dan pengedar narkoba yang kreatif bikin produk baru dan mangsa baru. Naudzubillahi min dzalik.

Dynamic
Cewek super juga kudu dinamis. Nggak diem di tempat dalam artian secara fisik juga visi. Cewek super itu harus aktif dalam menjalani hal yang produktif dan positif, nggak pasif. Jadi, orang pertama yang menyuarakan dan menjalankan kebenaran.

Secara visi, dia juga bukan tipe dreamer alias pemimpi. Sekali dia punya visi tentang satu hal atau dia punya cita-cita, dia akan terus bergerak untuk mewujudkan visi dan cita-citanya. Dan, bagi muslimah sejati, nggak ada visi yang paling agung dan mulia selain tegaknya kembali syari’ah Islam di muka bumi, sehingga umat yang kini hina dan terjajah bisa kembali menjadi umat yang jaya.

Untuk bisa jadi cewek yang dinamis en aktif kayak gitu, kekuatan fisik emang harus diperhatikan. Cewek juga harus kuat! Makanya, teteplah harus perhatiin kondisi badan. Makan, istirahat udah ada porsinya masing-masing. Jangan berlebihan, jangan juga sampe men-zalimi diri sendiri.

Master of
Cewek super juga kudu jadi ahli di bidang yang dia minati atau geluti. Jangan setengah-setengah. Kalo emang minat sama ilmu pasti kayak fisika, matematika, kimia, harus jadi ahlinya. Kalo minat en suka nulis ya belajar terus sampai jadi penulis yang mumpuni. Karena kalo setengah-setengah bakal sulit buat kita untuk nerapin itu dalam kehidupan. Kan, ilmu yang bermanfaat itu yang bisa berguna untuk kehidupan, baik diri-sendiri juga orang lain, yang bikin hidup orang lain itu tercerahkan. Tercerahkan dalam arti yang hakiki yaitu ketika dengan keahlian itu kita dan orang lain jadi makin beriman dan tunduk kepada syariat Allah, bukan malah jadi orang sombong dan lupa Allah. Ketika keahlian bersanding dengan keimanan maka keahlian yang bikin bumi damai dan sejahtera insya Allah bisa jadi kenyataan.

Adorable personality
Nah, nih dia pamungkasnya. Kreatif? Udah. Dinamis? Udah. Master of? Lagi terus berjuang. Itu semua nggak bakal bertahan kalo nggak diperisai dengan kepribadian yang mengagumkan (Adorable personality). Kepribadian yang mengagumkan itu nggak bakal kita punya kalo nggak disandarkan kepada akidah kita yaitu Islam. Kita kudu konsisten berpikir dan bersikap hanya dengan sandaran syariat Islam. Nggak gampang emang, tapi kita nggak boleh nyerah untuk bisa jadi cewek super yang dicintai Allah dan dinanti oleh surgaNya, kan.

Supergirl is not an Angel
Supergirl juga manusia. Sebagai manusia pastinya nggak lepas dari kekurangan dan khilaf. Cewek super itu bukan malaikat yang bersih dari dosa. Makanya, kita tetep harus mawas diri, saling ngingetin satu sama lain, saling membesarkan hati satu sama lain. Dengan begitu mudah-mudahan para supergirl akan terus eksis dan nantinya bisa mengajak manusia kembali kepada Allah dan aturanNya, serta membebaskan bumi dan seisinya dari cengkeraman para manusia bulus, rakus, dan durjana. Sehingga berkah Allah akan turun dari langit dan muncul dari bumi seperti dulu ketika Islam jaya. Allahu Akbar! [nafiisah fb: http://nafiisahfb.co.cc]

Rabu, 12 November 2008

Opini:transgender

Ceritanya ada tugas portofolio bhs indonesia,,jd sy hrus ngasih opini tentang bbrp hal,yg sy pilih adl transgender. .
Menurut saya. .transgender,baik itu dalam konteks profesi maupun dalam konteks sebenarnya,tidaklah dibenarkan. karena hal trsebut jelas dilarang oleh norma,terutama norma agama.seorang laki2 dilarang menyerupai wanita,begitupun sebaliknya.jika dilihat dr segi norma yg berlaku secara umum di Indonesia,tidaklah pantas kita melakukan perilaku menyimpang tsb.setiap manusia,dg takdir yg ia miliki pd dirinya,memiliki kodrat hdup yg brbeda.dalam hal ini,perilaku menyerupai jenis kelamin apalagi sampai melakukan operasi,jelas2 melanggar norma agama&susila.alangkah lebih baik jk manusia mensyukuri apa yg tlh mereka miliki dg memenuhi kodratnya msg2.laki2 selayaknya melakukan apa yg lazim bagi seorang laki2 dan wanita pun mengerjakan hal yg lazim bagi seorang wanita.pintu rezeki sudah ada yg mengaturnya,tdk mutlak hanya ada 1 pintu,jk yg satu trtutup maka msh ada yg lain.jangan sampai memilih jalan mengubah kepribadian dg alasan mencari rezeki. . .
Ya. .kurang lebih bgtu isi portofolio saya. .bt yg mw ngasih kritik n saran dpersilahkn. . .hehe^^

Opini:transgender

Ceritanya ada tugas portofolio bhs indonesia,,jd sy hrus ngasih opini tentang bbrp hal,yg sy pilih adl transgender. .
Menurut saya. .transgender,baik itu dalam konteks profesi maupun dalam konteks sebenarnya,tidaklah dibenarkan. karena hal trsebut jelas dilarang oleh norma,terutama norma agama.seorang laki2 dilarang menyerupai wanita,begitupun sebaliknya.jika dilihat dr segi norma yg berlaku secara umum di Indonesia,tidaklah pantas kita melakukan perilaku menyimpang tsb.setiap manusia,dg takdir yg ia miliki pd dirinya,memiliki kodrat hdup yg brbeda.dalam hal ini,perilaku menyerupai jenis kelamin apalagi sampai melakukan operasi,jelas2 melanggar norma agama&susila.alangkah lebih baik jk manusia mensyukuri apa yg tlh mereka miliki dg memenuhi kodratnya msg2.laki2 selayaknya melakukan apa yg lazim bagi seorang laki2 dan wanita pun mengerjakan hal yg lazim bagi seorang wanita.pintu rezeki sudah ada yg mengaturnya,tdk mutlak hanya ada 1 pintu,jk yg satu trtutup maka msh ada yg lain.jangan sampai memilih jalan mengubah kepribadian dg alasan mencari rezeki. . .
Ya. .kurang lebih bgtu isi portofolio saya. .bt yg mw ngasih kritik n saran dpersilahkn. . .hehe^^
Dag-Dig-Dug Ujian Nasional
gaulislam edisi 026/tahun I (14 Rabiul Akhir 1429 H/21 April 2008)


Hari-hari gini, jantung kamu yang duduk di kelas 12 bisa jadi lagi sering berdetak keras. Dag dig dug…dher! Pastinya bukan karena dikejar utang atawa putus cinta, tapi karena jadwal Ujian Nasional (UN) udah di depan mata. Tepatnya tanggal 22-24 April, kamu-kamu bakal menghadapi ‘final battle’ yang katanya nentuin banget hasil belajar kamu selama tiga tahun di bangku SMA/SMK/MAN. Sementara itu kamu-kamu yang duduk di kelas 9, bakal ngadepin UAN pada tanggal 12-15 Mei.

Yang bikin ujian nasional kali ini beda adalah jumlah mata pelajaran yang diujikan bertambah. Tahun lalu, untuk sobat muda yang duduk di kelas 9 – atau kelas 3 SLTP — hanya 3 mata pelajaran yang diujikan. Nah, tahun ini ditambah satu mata pelajaran lagi; Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dan buat kamu-kamu yang duduk di kelas 12, mata pelajaran ditambah pula. Dari yang tadinya cuma 3 kini jadi 6 mata pelajaran. So, kalian bakal diuji kemampuannya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, fisika, biologi, en kimia.

Oya, yang bikin tambah deg-degan, bukan cuma jumlah mata pelajaran yang diujikan nambah, tapi standar kelulusannya yang juga ikutan naik. Yang tadinya 5,00 kini menjadi 5,25 dengan tidak boleh ada nilai di bawah 4,25.

Nah, kalo kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan: boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan 5 mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25. Kebayang betapa kerja keras kudu dikerahkan abis-abisan. Tiga mata pelajaran aja ngos-ngosan apalagi ditambah?

Bingung UN
Terus terang aja, ujian nasional, sampai hari ini masih terus jadi perdebatan. Ada kalangan yang pro dan kontra terhadap ujian nasional. Mereka yang nggak setuju dengan adanya ujian nasional di antaranya beralasan kalo UN itu nggak fair. Bayangkan, kata mereka, hasil belajar bertahun-tahun baik itu di SD, SLTP atau SLTA dengan sekian macam mata pelajaran, tapi hasilnya hanya ditentukan oleh 3 sampai 6 mata pelajaran.

Menurut mereka itu nggak adil banget. Banyak pelajar yang berprestasi, jadi jawara sepanjang tahun, tapi keok di UN. Bahkan sampai kejadian nggak lulus. Bingung, kan?

Selain itu, standar kelulusan UN juga nggak memperhatikan kualitas sekolah. Begini ceritanya, di Indonesia itu masih banyak sekolah yang ketinggalan, baik sarananya maupun jumlah dan kualitas gurunya. Bayangin, ada sekolah yang satu guru bisa ngerangkep mengajar sekian mata pelajaran. Belum lagi dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan. Jangankan punya laboratorium, lha wong gedung sekolahnya aja ada yang ambruk. Jangankan yang jauh di pelosok daerah, di Jakarta saja ada gedung sekolah dasar (SD) yang ambruk saking udah reyot-nya.

Ya, kondisi belajar-mengajar di tanah air yang ideal belum merata. Ada sih sekolah yang udah oke, tapi nggak sedikit yang masih ketinggalan. Tentunya nggak fair kalau semua dituntut untuk lulus dengan standar yang sama. Ibarat motor bebek 2 tak disuruh adu pacu dengan Ducati-nya Casey Stoner. Pastinya tuh motor 2 tak bakal ‘pingsan’ keabisan nafas.

Yang terjadi kemudian adalah aneka kecurangan di lapangan. Banyak temen pelajar yang sudah lulus bisik-bisik kalo mereka dapat bocoran jawaban soal ujian ketika UN berlangsung. Ada yang dikirim via sms, ada yang lembaran kertas, ada juga yang diberitahu langsung jawabannya. Pelakunya? Guru-guru mereka sendiri. Waduh!

Menurut sumber yang bisa dipercaya, malah ada sekolah yang memerintahkan guru-guru mereka untuk mengoreksi hasil ujian para siswa sebelum disetor ke panitia ujian. Tujuannya tidak lain agar jumlah kelulusan di sekolah yang bersangkutan tinggi.

Tentang aneka kecurangan ini bukannya tidak ada yang melapor. Mungkin kamu masih inget ketika sejumlah guru yang idealis dari Komunitas Air Mata Guru mengadukan berbagai kecurangan saat UN berlangsung. Tapi, bukannya dihargai dan diperjuangkan, gara-gara itu sejumlah guru malah dipecat oleh sekolah tempat mereka mengajar. Sementara laporan kecurangan itu sampai sekarang nggak jelas juntrunganya. Ihik…ihik. Jadinya bener-bener banjir air mata.

Sekolah aja nggak cukup
Terus terang aja, yang namanya ujian atau ulangan bikin kita deg-degan. Apalagi ujian nasional yang nentuin kita lulus atau nggak. Banyak temen pelajar yang tegang bahkan takut menghadapi ujian nasional. Apalagi dengan standar kelulusan yang terus dinaikkin setiap tahunnya. Lha wong dengan standar rendah seperti beberapa tahun silam aja yang nggak lulu juga banyak, apalagi kalo dinaikkin.

Cerita takut nggak lulus nggak hanya dialami pelajar yang prestasi belajarnya biasa-biasa aja, apalagi yang kemampuan otaknya cekak. Tapi mereka yang berprestasi juga ikutan tegang, lho! Nggak ada jaminan kalo rapor dan ulangan harian yahud maka bakal lolos dari hadangan ujian nasional. Beberapa tahun silam, ada pelajar berprestasi di sebuah SMA di Jakarta, selalu masuk peringkat 3 besar, dapat jatah PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) hanya bisa termangu, tidak lulus UN karena nilai matematikanya 4. Ihik…ihik.

Lebih parah lagi ada seorang pelajar yang sampe nekat bunuh diri gara-gara tidak lulus. Sebelumnya ia ingin mengikuti ujian Paket C tapi orangtuanya nggak sanggup, karena tidak punya biaya. Sang pelajar akhirnya putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya karena malu tidak lulus sekolah. Bagaimana tanggapan pemerintah? Adem ayem tuh. Seperti kata pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Guyz, demi menghadapi hadangan ujian nasional, banyak temen-temen kelas 9 dan 12 yang membekali diri dengan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Lho, apa bimbingan guru di sekolah kurang?

Kayaknya itu yang dirasakan oleh banyak pelajar. Tanpa bermaksud merendahkan jasa bapak dan ibu guru, nggak sedikit pelajar yang ngerasa bahwa untuk menghadapi UN nggak cukup hanya mengandalkan bimbingan di sekolah. Apalagi, dirasakan oleh banyak pelajar kalo bimbel di luar sekolah itu lebih menarik, kreatif dan bervariasi latihan soalnya. Maka menjamurlah aneka bimbel di tanah air. Peminatnya pun membludak.

Peserta bimbel nggak cuma mereka yang ngerasa otaknya cekak, tapi para pelajar yang udah berprestasi juga ikut bimbel. Pasalnya mereka pasang target bukan sekadar lulus UN, tapi juga jebol SPMB ke PTN favorit mereka.

Tentu aja hal yang kayak begini menyisakan persoalan. Berarti selama ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah jangan-jangan kurang menarik bagi siswa, kurang atraktif dan miskin latihan soal sehingga siswa milih bimbel. Waduh, gimana mau mendongkrak kelulusan?

Selain itu, ikut bimbel berarti kan pengeluaran ekstra. Dan itu relatif nggak murah. Nggak semua orangtua mampu memasukkan anaknya ke bimbel. Bagaimana dong nasib para pelajar yang ortunya nggak mampu memasukkan anaknya ke bimbel?

Perbaiki keadaan
Guyz, bagaimanapun juga ujian emang kudu ada. Pelajar harus menempuh ujian untuk mengetahui hasil belajar mereka; apakah bener-bener serius atau jangan-jangan cuma numpang ngisi absen lalu selebihnya jajan, maen, dan ngeceng. Akan tetapi ujian itu harus menyeluruh dan lengkap. Nggak cuma segelintir mata pelajaran yang diujikan, karena itu nggak mewakili seluruh mata pelajaran yang diajarkan selama bertahun-tahun.

Tapi sebelum ngomong soal ujian, seharusnya pemerintah terlebih dahulu memperbaiki dunia pendidikan. Seperti sarana sekolah; gedungnya yang layak, laboratorium yang memadai, alat-alat peraga, dan pastinya guru-guru yang berdedikasi tinggi untuk mengajar lagi berkualitas.

Terlebih lagi, tujuan pendidikan itu seharusnya menciptakan pelajar yang berkepribadian islami. Yakni insan yang cara berpikirnya Islam dan bersikapnya pun islami. Artinya pelajar tuh kudu jadi insan yang baik luar-dalam; be smart and be a good student. Sayang sekarang ini, dunia pendidikan kita baru bisa mencetak pelajar yang pinter. Ukurannya apalagi kalo bukan indeks prestasi, peringkat di kelas, dan nilai ujian nasional. Sementara itu akhlaknya dan ibadahnya belum tergarap. Banyak lho pelajar SLTA yang belum lancar baca al-Quran, belum lagi yang suka pacaran, nge-dugem, ataupun tawuran.
Nah, karena sekolah kita melulu disuruh ngejar nilai, maka orang suka ngambil jalan pintas; berbuat curang. Di antaranya ya ngebocorin soal ujian dan kunci jawabannya. Ampun!

UN juga jadi ukuran bahwa selama ini selalu hasil akhir yang diperhitungkan, bukannya proses belajar. Padahal banyak siswa baik en pinter berguguran di UN, atau hasilnya nggak bagus meski mereka jawara kelas.

Para pelajar juga dibikin mabok dengan hasil akhir UN. Maka begitu dinyatakan lulus aneka selebrasi yang nggak pantas pun digelar; coret-coretan baju, pawai keliling kota, dsb. Tanpa mereka mikir apakah selama belajar di sekolah mereka beneran belajar atau sekadar main. Atau mau ngapain juga setelah lulus sekolah. Tapi yang penting; lulus! Musibah deh.

Berjuanglah sobat!
Kita tentu kepengen kegiatan belajar mengajar itu enak dan menyenangkan. Tapi apa boleh buat inilah sekarang keadaannya. Kita belum bisa nih melepaskan diri dari keadaan yang nggak ideal, malah menyesengsarakan banyak pihak. So, buat kamu yang bentar lagi ngadepin UN, bagaimanapun kudu berjuang.
Pertama, kuatkan niat dan tekad. Yakinkan dirimu bahwa tujuan kamu bersekolah adalah menjadi insan cendekia yang bertakwa. Bahwa kamu kudu jadi muslim yang cerdas dan berguna. Sabda Nabi saw.: “Manusia yang paling utama adalah orang beriman lagi berilmu yang jika dibutuhkan bisa membantu dan jika ditinggalkan sendiri ia bisa mengurus dirinya sendiri.”

Jadi juara atau lulus UN dengan nilai tertinggi emang asyik. Tapi kalo untuk kepuasan sendiri, bukan untuk kebanggaan umat Islam itu namanya egois. So, berjuang lulus UN itu adalah untuk kebaikan kaum muslimin.

Kedua, kerja keras. Pokoke gebet abis semua materi ujian. Jika memang kamu ngerasa bimbel di sekolah kurang, nggak ada salahnya kamu juga ikut bimbel di berbagai lembaga bimbel yang ada. Tentunya pilih bimbel yang kualitasnya oke dan terjangkau pula biayanya. Tapi kudu inget jangan sampai kamu pake acara maksa-maksa ortu untuk ikut bimbel kalo ortu emang nggak punya biaya.

Lengkapi pula belajarmu dengan aneka latihan soal. Di toko-toko buku banyak lho dijual bank soal UN. Kamu bisa beli atau pinjam ke kakak kelas untuk dipakai berlatih. Tapi kalo minjem jangan lupa balikin lagi setelah ujian.

Ketiga, atur waktu dan jaga kesehatan. Jangan karena belajar keras kamu jadi lupa kontrol kesehatan dan ngatur waktu. Istirahat juga perlu, demikian pula asupan makanan bergizi. Banyak remaja yang kelewat ngotot belajar eh pas ujian ambruk; sakit.

Keempat, minta restu orangtua. Yup, dukungan orang tua perlu banget. Minta mereka mendoakan kamu agar lulus dan jadi pelajar yang oke.

Kelima, banyak mendekatkan diri kepada Allah. Bagusnya sih nggak cuma pas waktu mau UN doang. Setiap saat perbanyak ibadah dan berdoa kepadaNya. Sabda Nabi saw.:”Mintalah kepada Allah dari anugerahNya, sesungguhnya Allah senang untuk diminta.” (HR Tirmidzi)
Jangan lupa jauhi perbuatan haram dan kemaksiatan. Karena perbuatan itu bisa membuat Allah Swt. tidak ridlo, dan Dia bisa saja menggagalkan segala usahamu. So, selamat ujian! [iwan januar]


by: dudung.net
I am The Winner (motifasi menghadapi ujian atau UAN)
Oleh : dae


Seorang pecundang akan berkata “Ini mungkin, tapi sulit” sedangkan seorang pemenang akan berkata “Ini sulit, tapi mungkin”

Sekarang kita tinggal memilih, kita akan menjadi siapa? Seorang pecundang atau seorang pemenang? Seorang pecundang yang hanya dengan melihat saja sudah menyerah, pasang kuda – kuda dan dalam hitungan ketiga lari menjauh. Seorang pecundang yang patah semangat, hilang kepercayaan diri, takut, dan percaya bahwa apa yang dilakukan akan percuma saja bahkan gatot (gagal total). Ataukah seorang pemenang, seorang pemenang yang percaya bahwa dia akan berhasil, dengan semangat, usaha, kerja keras, dan do’a dia percaya mampu menaklukkan dunia. Selanjutnya? Terserah anda!

Penulis yakin bahwa semua akan memilih menjadi seorang pemenang, karena memilih menjadi pemenang atau pecundang tidak sulit, sangat mudah hanya dengan memilih. Namun dalam pelaksanaan sulit untuk diterapkan.

Hidup adalah sumber masalah, pertempuran atau bahakan medan perang yang tidak akan pernah berhenti. Sejak kita lahir hingga membaca tulisan ini, semuanya pertempuran. Pertempuran melawan ketidakmampuan, ketidakberdayaan, dan juga pertempuran melawan ketidak maha tahuan kita.

Kita tercipta menjadi seorang pemenang sayangnya kita sendiri menjadikan diri kita seorang pecundang. Bagaimana tidak waktu kita kecil kita tidak mampu berbuat apa – apa, yang bisa kita lakukan hanya menangis. Lihatlah diri kita sekarang, kita bisa berjalan bahkan berlari, kita bisa makan bahkan membuat makanan, kita bisa berbicara bahkan bernyanyi. Coba banyangkan apa yang akan terjadi apabila sejak kita terlahir kita menjadi seorang pecundang yang takut belajar berjalan karena takut jatuh, yang takut makan sendiri karena takut belepotan dan ketakutan – ketakutan yang lain. Mungkin manusia akan punah karena tak mampu berbuat apa – apa.

Apabila kita tercipta menjadi seorang pemenang, mengapa kita rubah diri kita menjadi seorang pecundang. Pecundang yang mencari kambing hitam atas kesalahannya, pecundang yang bila diberi penghalang akan berbalik arah, pecundang yang selalu mencari jalan pintas atas semua kesulitan, pecundang yang ingin sukses tanpa kerja keras dan pecundang yang selalu menunggu keajaiban turun dari langit.

Salah satu rintangan akan kita hadapi [UAS, UAN, Ujian semester], satu rintangan yang sangat mudah dibandingkan rintangan – rintangan yang akan kita hadapi dihari yang akan datang. Inilah saatnya kita menentukan menjadi siapakah kita? Seorang pecundang atau menjadi seorang pemenang? Pemenang yang dengan sepenuh hati percaya bahwa dia akan menang, pemenang yang sadar bahwa keajaiban tidak datang dengan sendirinya melainkan dengan usaha dan kerja keras, pemenang yang tidak akan berbalik arah hanya karena ada penghalang didepannya, pemenang yang tidak akan bingung tuk mencari jalan pintas karena dia tahu dia berada di jalan yang benar, pemenang yang selalu menambah bekalnya untuk menemani perjalanannya, dan pemenang yang tidak akan membohongi diri sendiri dan orang lain tuk berbuat curang.

Jika kita memilih menjadi pemenang, masih ada waktu tuk menyiapkan semua bekal, masih ada waktu tuk menyingkirkan semua rintangan, masih ada waktu tuk mengubah pikiran kita terutama tentang apa yang kita pikirkan tentang diri kita.

And the last:
U ar what u think! So, u must believe that u ar the winner!! If u believe it, u’ll be the big winner!!
S’mangat!!

by: dudung.net
Obama dan Oma Irama
gaulislam edisi 046/tahun I (8 Ramadhan 1429 H/8 September 2008)


Di Amrik sono, rakyatnya sedang mengharu-biru. Tengah tampil calon pemimpin yang ditunggu-tunggu banget oleh mereka; Barack Obama. Meski pemilu di Amrik belum dimulai, tapi banyak orang dan banyak media massa di Amrik yang udah kepincut ama Barack Obama. Masih muda, cerdas, jago pidato, dan — yang paling disuka rakyat AS — anti-perang. Beda banget dengan apa yang dilakukan pendahulunya, George Bush Jr. dari Partai Republik.

Tampil beda
Kehebatan Obama udah dimulai dengan terlebih dahulu mengalahkan kandidat capres sesama Partai Demokrat. Nggak tanggung-tanggung, yang dibikin keok adalah mantan first lady – ibu negara – Amerika Serikat; Hillary Clinton. Tapi Obama sukses merebut banyak suara dari para pendukung Partai Demokrat untuk menjadi satu-satunya capres mereka di ajang pemilu nanti.

Sekarang, Obama udah dijagokan bakal mengalahkan kandidat capres dari Partai Republik, McCain. Dalam konvensi Partai Demokrat yang baru berakhir minggu lalu, pidato Barack Obama dipuji banyak orang. Sejumlah orang terharu dan menangis. Dan tiap menit khalayak melakukan standing ovation dan bertepuk tangan.

Konvensi Partai Demokrat di AS, menyedot banyak rakyat Amrik yang antusias. Sekitar 84 ribu orang datang menyongsong Obama. Stasiun televisi CNN menayangkan acara tersebut, yang diisi pidato tokoh-tokoh Demokrat, mantan Presiden AS Bill Clinton, John Kerry, cawapres Joe Biden dan pastinya capres Obama, tanpa jeda. Ada yang bilang itu berarti acara ini lebih ‘hebat’ ketimbang American Idol dan Anugerah Oscar. Ya iyyalah!

Kenapa Barack Obama segitu memesona banyak orang di Amrik? Pertama, jelas peran tim suksesnya yang sukses jual kecap kehebatan Obama. Sering diceritain kalo Barack Obama ini rajin mengunjungi dan membela rakyat miskin, ngajarin pentingnya politik kepada kaum muda, dsb.

Kedua, Obama masih muda dan enerjik. Sementara lawannya McCain udah tua. Banyak warga AS yang menaruh harapan pada Obama yang muda, yang dipercayai bisa bikin perubahan. Maka banyak yang menyamakan Obama sama presiden J.F. Kennedy yang jadi presiden termuda di AS. Kebetulan keduanya dari Partai Demokrat.

Tapi kan Obama berkulit hitam? Itu memang sempat meragukan banyak kalangan. Soalnya dalam sejarah, belum ada satupun presiden AS yang berkulit hitam. Bahkan dulunya warga kulit putih AS giat memperbudak warga kulit hitam. Dan sampe hari ini, warga kulit hitam masih belum sepenuhnya lho setara dengan warga kulit putih. Nah, Obama diharapkan jadi terobosan baru di Amrik. Bahwa orang kulit hitam juga bisa jadi presiden.

Ketiga, Obama tampil di saat rakyat Amerika udah kesel banget sama pemimpin mereka dari Partai Republik, George Bush Jr. Itu orang gemar banget menebar perang atas nama ‘melawan terorisme’. Setelah serangan terhadap gedung WTC 11 September 2001, pemerintah Bush melancarkan banyak ancaman perang buat siapa saja dan negara mana saja yang dituduh mendukung terorisme (maksudnya melawan kepentingan Amrik).

So, atas nama demokrasi dan anti-terorisme, Afghanistan dan Irak diterjang. Hasilnya? Jutaan rakyat Irak yang tak bersalah – termasuk anak-anak, wanita dan orang tua – tewas disambar rudal dan peluru tentara koalisi pimpinan AS. Sebelumnya, sekitar 3 juta rakyat Irak sudah mati duluan karena embargo ekonomi oleh PBB. Alasannya Irak dicurigai punya senjata pemusnah massal berupa nuklir dan senjata biologis serta kimia. Semua kebijakan pembunuhan itu pastinya atas usulan Amrik, dong!

Di Indonesia, tekanan Amerika Serikat juga kerasa banget. Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah buah tekanan AS kepada pemerintah di sini. Begitupula pembentukan satuan keamanan antiteror Densus 88 adalah atas prakarsa dan bantuan Amrik.

Nah, akibat kelewat getol menekan bangsa-bangsa lain, ekonomi Amerika hancur lebur. Kemiskinan dan pengangguran meningkat dibanding era kepresidenan Bill Clinton. Selain itu, banyak orang tua di AS yang benci kepada Bush karena anak-anaknya yang menjadi tentara mati sia-sia di medan perang Irak dan Afghanistan. Apalagi sampai hari ini Bush ngotot untuk tidak menarik pasukan AS dari dua negara itu.

Makanya, Obama yang punya program beda jadi harapan baru rakyat AS. Obama berjanji bakal menarik pasukan AS dari Irak, mengurangi pajak untuk para pekerja AS, membangun sekolah-sekolah yang berkualitas dan menciptakan lapangan kerja.

Kenapa ikut-ikutan?
Ternyata, pesona Obama itu nggak cuma ada di Amrik sono, tapi banyak orang Indonesia yang juga kesengsem. Ada lho orang Indonesia ngefans sama Obama sampai-sampai bikin fans club-nya, bahkan ikutan ngedukung Obama jadi capres Amerika. Mereka juga ngajak-ngajak orang Indonesia untuk ngedukung capres keling alias berkulit hitam itu.

Malah, pesona Obama juga menular ke kalangan politisi muslim. Dalam sebuah acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta, ada serombongan anak muda dari parpol Islam yang terinspirasi ama Obama. Ngaku sama-sama pengen punya pemimpin usia muda dan cinta perubahan. Pokoke, Obama jadi inspirator, weleh-weleh apa kekurangan idola muslim, akhi?

Orang Indonesia yang juga kesengsem ama Obama juga karena berharap pemerintah Amerika Serikat berubah sikap. Nggak melulu menekan dunia ketiga dan lebih friendly. Bahkan mereka berharap agar pemerintah AS nggak menyerang umat Islam, dan mau menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Selain itu, dukungan sebagian orang Indonesia pada Obama karena dia pernah besar tinggal di Jakarta. Yoi, Obama beberapa tahun pernah jadi amen alias anak Menteng. Gara-gara itu ada orang Indonesia yang pro-Obama. Aih-aih, nasionalis banget!

Sayang, orang-orang yang kepincut ama Obama nggak tahu atau lupa, bahwa sebenarnya Partai Demokrat dan Partai Republik setali tiga uang. Nggak ada bedanya. Malah, dalam soal sosial-budaya, Partai Demokrat itu lebih berbahaya. Dalam pidatonya di konvensi Partai Demokrat, Obama berjanji akan mendukung kaum homoseks. Ia juga akan mencabut larangan kaum gay menjadi tentara.

Antara Partai Demokrat dan Partai Republik emang ada sejumlah perbedaan. Partai Republik dikuasai oleh kaum fanatik Kristen. Malah keluarga Bush adalah pengikut aliran Evangelis yang terkenal fundamentalis. Kebijakan Partai Republik terkenal pro-agama, seperti anti aborsi dan homoseksual.
Oya, Partai Demokrat diisi oleh kaum liberal. Selain mendukung kaum gay, mereka juga mendukung praktik aborsi. Hal itu ternyata juga ada dalam kebijakan Barack Obama.

Soal menghadapi Islam, Obama nggak jauh beda ama Bush. Dalam kunjungannya ke Israel, ia udah menyatakan dukungannya terhadap keberadaan negara Yahudi itu. Nah, lu, apa yang begini mau jadi idola politisi muslim? Mikir, man!

Bangsa yang keok
Bro en Sis, kalo sekarang umat Islam – khususnya yang di Indonesia – begitu berharap pada seorang Barack Obama, itu adalah tanda-tanda bangsa yang keok en terjajah. Sampai-sampai harapan perubahan di negeri mereka aja digantungkan pada pemilihan kepala negara lain. Nggak pede amat, sih.

Sejatinya kita emang masih bangsa terjajah. Pengaruh dan kekuasaan Barat masih bercokol di tanah air. Kenaikan harga BBM dan kebijakan konversi minyak tanah ke gas, dan kenaikan harga gas yang gila-gilaan ternyata atas tekanan dari IMF (International Monetery Fund) (Kompas, 31/12). Udah begitu, sejak lama gas alam di negeri ini diobral murah kayak kacang goreng oleh pemerintah Megawati kepada bangsa Cina. Eh, bangsa ini manut aja kayak bebek kepada bangsa asing. Gawat!

Setiap kali pemilihan presiden di Amerika, semua mata tertuju ke sana. Itu adalah tanda Amerika dianggap sebagai pemimpin dunia. Karena, pergantian kepemimpinan di Amrik, dipercayai bakal mengubah arah dunia. Begitupula dengan pemilu presiden Amerika nanti. Dan Obama, salah satu kandidat presiden kuat yang diyakini sejumlah kalangan bakal memajukan Amerika – dan dunia.

Kasihan betul umat Islam, mereka seperti tidak punya pilihan. Mereka kudu menggantungkan harapan perubahan kepada bangsa lain, bahkan kepada seorang Obama. Padahal ada 1 miliar lebih orang beragama Islam di dunia ini. Masa’ sih nggak ada yang bisa mengubah nasib dunia Islam? Renungkanlah sobat!

Sebabnya ini terjadi karena lemahnya mental umat Islam. Lemahnya mental karena lemahnya iman. Tidak percaya bahwa seorang mukmin itu lebih mulia ketimbang siapapun. Firman Allah:”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (TQS. Ali Imran [3]: 139)

Allah juga mengingatkan kita semua agar jangan tunduk kepada umat-umat lain, karena bakal menyesengsarakan diri sendiri. FirmanNya:“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (TQS. Ali Imran [3]: 100)

So, wake up & rise! Bangun deh umat Islam. Jangan kebanyakan bobok! Saatnya mandiri, jangan bergantung kepada bangsa lain. Yakin deh Allah Ta’ala bakal ngasih bantuan dan pertolongan kalo kita percaya diri, dan pastinya percaya pada pertolongan Allah. Buktiin bahwa kita bisa mengulangi kejayaan yang udah dirintis oleh Rasulullah saw., para sahabat dan generasi terdahulu. Dulu dunia berada dalam genggaman kita, semua bangsa tunduk kepada kita. Sekarang kita kudu bangkit untuk mengambil kejayaan tersebut. Allah Swt. udah berjanji pada kita:”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”(TQS. an-Nur [24]: 55)

Gimana caranya? Bang Haji Rhoma Irama udah pernah ngasih nasihat pada kita; berjuang dan berkorban. “Pengorbanan takkan terelakkan/dalam setiap perjuangan.” Bener banget, Bang! Yuk, kita mulai deh cintai Islam, pahami ajarannya, dan amalkan dalam kehidupan. So, berjuang dan rela berkorban! [iwan januar]


by : dudung.net